RSS
Showing posts with label Libur Tlah Tibaaa.... Show all posts
Showing posts with label Libur Tlah Tibaaa.... Show all posts

Bon Apetite

Banyak orang menghindari makan malam formal dengan alasan nggak tahu tata caranya lah, takut salah, takut kelihatan ‘slebor’, dsb. Tapi kalau sewaktu-waktu camer minta kamu datang ke acara formal keluarga gimana dong, atau tiba-tiba makan malam formal dengan klien. Panik? Nggak perlu. Nih dia panduan melalui “rintangan etika” di meja makan: Opening

  • Pakai peralatan makan yang udah ditata di meja makan dari dalam keluar. (note: asal tuan rumah nggak salah menata susunan peralatan makan ya..)
  • Duduklah dengan tegak, jangan terlalu melorot dan jangan bersandar di kursi. Gunakan pergelangan tangan untuk menopang, dan jangan pakai siku tangan apalagi menyangga kepala di atas meja.
  • Letakkan serbet di paha biar nggak terlalu kotor kalau kamu makan belepotan. Kalau ada pelayan, biarkan dia yang melakukannya untukmu. Serbet yang lebih kecil untuk snack dan teh.
  • Pegang sendok dan garpu dengan bagian tengah jari tengah dan ujung jari telunjuk di bagian bawahnya dan pakai ibu jari untuk memegang bagian atas.
  • Pegang bagian atas pisau dengan ujung jari telunjuk dan genggam sedikit bagian bawahnya.
Appetizer/Hidangan Pembuka :
  • Kerang dimakan memakai garpu kecil. Biasanya disediakan kalau ada menu kerang sebagai hidangan pembuka.
  • Salad dimakan pakai garpu yang giginya jarang.
  • Sup dimakan pakai sendok yang lebih bundar bentuknya.
  • Pakai tangan untuk makanan : artichoke (bentuknya seperti bunga pinus), bacon, roti, cookies, chips, kentang goreng, ayam goreng, hamburger, sandwich dan buah-buahan kecil seperti berry.

Main Course / Hidangan Utama :

  • Pisau daging dan pisau ikan berbeda bentuknya. Pisau untuk memotong daging lebih panjang dari pisau memotong ikan. Bahannya pun beda, pisau pemotong daging biasanya terbuat dari stainless steel, sedangkan pisau ikan dari perak.
  • Ngobrol pas makan malam sering terjadi. Kalau waktu ngobrolnya panjang, letakkan garpu dan sendok secara menyilang di tengah piring. Kalau ngobrolnya pendek, nggak usah diset seperti apa pun.
  • Serbet yang kamu pakai jatuh? Nggak usah panik dan malu trus cepet-cepat mau ambil serbet di bawah. Beri kode pelayan yang terdekat dengan tempat kamu duduk dan biarkan dia menggantinya dengan yang baru.

Desert/Hidangan Penutup :

  • Peralatan makan untuk dessert biasanya dibawakan beserta makanannya.Jadi kamu nggak perlu bingung. Tapi kalau nggak dibawa serta makanannya, berarti kamu harus perhatikan meja di depanmu. Kalau ada sendok dan garpu kecil sejajar, ujung sendok hadap kanan ujung garpu hadap kiri, berarti itulah peralatan dessertmu.
  • Teh dan coffee bakal dihidangkan sesudah dessert. Nggak perlu bingung cari sendok the, biasanya ada di bagian tatakan gelas.
The End
  • Peralatan sekali pakai seperti sendok sup, sendok teh, sendok dessert, dan kerang ditaruh di bagian tatakan yang biasanya disertakan saat penyajian.
  • Selesai makan main course, letakkan sendok garpu tersilang agak miring di sebelah kanan.
  • Serbet yang kamu pakai letakkan di posisi semula dengan keadaan yang biasa. Jangan diletakkan di atas kursi, soalnya bisa mengandung mitos kamu nggak bakal kembali makan malam bersama tuan rumah lagi. Jangan dilipat, soalnya bisa menimbulkan persepsi tuan rumah bakal memakai serbet itu untuk tamu yang lain.
  • Ucapkan terima kasih plus puji sedikit makanan dan obrolan yang udah kamu lewati malam itu.

Mudah kan? Jadi…nggak perlu bingung lagi kalau ada undangan makan malam formal. BON APETITE'!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

I Love You Sooooo Muchhh…

Indahnya kalau pacaran dibilang serasi. Punya pacar yang bisa dibanggain, bahkan sampai diidolakan banyak orang. In my eyes, he almost perfect and that makes me love him sooo much. Eits…hati-hati ya. Loving too much bisa bikin dia kabur. Bukannya semakin hubungan kalian makin dekat, tapi justru bikin dia ketakutan. Lihat dulu jarak pikiran cowok dan cewek. It’s true that boys are from Mars, girls are from Venus. Inside Girls Saat pertama ketemu…. “Perfect! Kayaknya sih dia cocok dan pantas jadi cowokku.” Akhirnya, jadian juga… “Aku adalah cewek yang pas buat kamu. Aku kan penyayang dan sepertinya kamu butuh aku banget. I will give you everything you need and what you want. Aku siap kok berkorban buat kamu.” Cocok nggak ya… “Wah! Kayaknya kita jodoh banget nih. Bahkan aku udah membayangkan masa depan kita nanti yang penuh bahagia. Ups…bahkan kadang aku merasa kita nggak bakal terpisahkan deh!” “Papa telepon? Ah..biarin aja. Nanti kan juga bakal ketemu di rumah.” “Walaupun aku suka banget sama Emo, tapi demi kamu deh, aku bela-belain pindah haluan ke dangdut.” Penyesuaian.. “Kok kamu ngecewain aku sih sayang? Padahal kan aku udah berkorban semuanya untuk kamu. Kenapa kamu nggak memberiku cinta yang sepadan seperti yang udah aku kasih ke kamu? Kenapa pengorbananku sepertinya sia-sia aja?Kenapa?” Hiks, setelah berakhir…. “Nggak apa deh kamu bikin aku sakit dan terlunta-lunta. Aku nggak mau pengorbananku sia-sia aja. Yang penting aku bisa ada di dekatmu. Walaupun aku harus mengorbankan semuanya sekali lagi.”

Inside Boys Saat pertama ketemu…. “Benar nggak ya, dia cewek yang kubutuhkan?” “I need a girl who can make up all my pain and heal my wounds. Semoga dia cewek yang tepat!” Akhirnya, jadian juga… “Sepertinya aku bakal nyaman kalau jalan sama dia. Nggak ada salahnya deh dijalani dulu semuanya.” “Dari awal sih sepertinya dia penyayang dan bisa bikin aku senang banget atas semua perlakuannya. Tapi benar nggak ya dia cocok buat aku? Yah. Dijalani aja deh!” Cocok nggak ya… “Rasanya kamu udah meninggalkan teman dan keluargamu demi aku terlalu sering. Gimana kalau kita bagi aja waktunya.” “Nggak setiap waktu harus aku habisin sama kamu kan, sayang?” “Sebenarnya kamu itu jujur suka sama dangdut…atau cuma mau nyenengin aku aja? Sebenernya gimana sih aslinya kamu?” Penyesuaian.. “Your love is too heavy. Aku nggak bisa nerima cinta yang terlalu berat.” “Aku takut ngecewain kamu karena harapanmu terlalu besar ke aku. Sedangkan aku belum tentu mampu untuk bikin harapanmu terwujud.” Hiks, setelah berakhir…. “I just need L.O.V.E. You made me afraid.” “Kamu cewek yang spesial di mataku. Sayang, tuntutanmu terlalu besar buatku. Aku nggak siap untuk itu.” Itulah bedanya…. Cewek yang sangat mencintai cowoknya cenderung untuk mengharapkan balasan yang setimpal atas apa yang udah diberikannya. Kalau itu semua nggak dipenuhi, dia merasa telah menjadi korban. Bahkan nggak jarang, cewek yang terlalu cinta sama cowoknya, sering memaksa pasangannya untuk mencintainya kembali. Dan entah kenapa selalu dibayangi ‘janji-janji semu’ yang sebenarnya dia buat sendiri dalam bayangannya. Sedangkan cowok, selalu mengevaluasi benar nggak pacarnya adalah orang yang tepat. Makanya sampai detik-detik menjelang putus pun biasanya cowok selalu mengevaluasi lagi gaya pacarannya. Gejala kamu udah kena “Loving too much” Syndrom
  1. Selalu meminta pengorbanan yang sama dari pacarmu. Kalau nggak, kamu akan merasa jadi korbannya.
  2. Selalu tertarik pada cowok bermasalah (bukan bad boy lho ya..) yang membutuhkan perhatian ekstramu.
  3. Mengacuhkan keluarga, teman, sahabat, minat bahkan kesenanganmu pribadi demi berada di sampingnya. (Aduh! Cinta ala sinetron banget nih.)
  4. Merasa hampa tanpa ada dia, walaupun bersama dia jadi makin banyak masalahmu. (Ari Lasso banget nih!)
  5. Tetap berhubungan dengan dia, walaupun membuat hati, pikiran dan fisikmu nggak sehat.
  6. Selalu berusaha menyenangkan hatinya, walau kamu sendiri lagi susah banget.
  7. Selalu merasa membutuhkan dan dibutuhkan oleh cowokmu.
  8. Selalu pengertian terhadap apa aja yang dilakukan cowokmu, termasuk hal negative.
  9. Memaafkannya untuk kesalahan yang sangat sangat fatal!

Time to WAKE UP! Sekarang ini kamu hidup dalam loneliness and selfishness bubbles. Karena sekarang ini kamu hidup dalam impian kamu sendiri. Membuat pacarmu senang adalah kewajiban, kebiasaan dan keharusanmu. Sementara saat dia berusaha membuatmu senang, justru kamu menolaknya dengan alasan nggak sebanding dengan apa yang udah kamu buat untuknya. Cinta sebenarnya adalah mencintai diri sendiri apa adanya. Gimana kamu mau mencintai orang lain kalau kamu nggak cinta diri sendiri. Kamu nggak akan bisa membuat orang lain nyaman kalau kamu sendiri nggak nyaman. Pacaran yang ‘sehat’ seharusnya fun, happy dan seimbang. Bukannya timpang sebelah seperti selama ini. Sementara kamu berusaha keras menyenangkan hatinya, dia justru ongkang ongkang. Kalau memang nggak suka, bilang terus terang. Jangan menutup mata Mungkin masalah sebenarnya ada di masa lalumu. Mungkin perceraian orang tua, pengalaman ditinggal sendirian, kebanyakan perkelahian dan percekcokan dan pengalaman ditinggalkan bisa jadi sebab kenapa kamu jadi obsessed to be loved by someone else.

Kamu bisa melakukan self healing sebelum semuanya terlambat…

  1. Share pengalaman kamu ke orang yang lebih dewasa dan terpercaya.
  2. Ambil satu langkah ‘ke belakang’ atau ‘ke luar’ lingkaran hubungan kamu dan pacarmu. Lalu lihatlah…selama ini apakah hubungan kalian baik-baik saja.
  3. Pakai posisi pacarmu dan lihatlah hubungan kalian.
  4. Ingat-ingat reaksinya saat kamu berusaha menyenangkan hatinya. Apakah reaksinya “Oh”- dengan senyum lebar atau “Oh”-dengan senyum dan dahi berkerut.
  5. Berusaha menyenangkan hatimu sendiri dengan hang out lagi bersama teman-teman dan keluarga.
  6. Cari teman baru yang bisa diajak hang out bareng. Dijamin deh…semuanya pasti bakal fresh lagi.
  7. Usahakan satu hari nggak memikirkan pacarmu dan bersenang-senanglah sendiri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fight Flight Fear

Namanya fear of flying atau Aviatophobia alias takut terbang. Walaupun kedengaran konyol, tapi buat penderitanya, perasaan ini sangat menyiksa. Bahkan nggak jarang juga bisa mengakibatkan penyakit medis saat terbang di atas sana. Mungkin kalau harus parasailing, paragliding, slingshot, bungee jumping penderita aviatophobia nggak akan takut, tapi saat harus berhadapan dengan take off, flight dan landing, keringat dinginnya mengucur ‘segede-gede jagung’. Kok bisa ya? Ada 3 sebab utama seseorang bisa takut banget terbang.
  1. Trauma karena kecelakaan pesawat terbang. Mungkin sebelumnya dia pernah mengalami kecelakaan pesawat dan sebenarnya bikin dia takut banget untuk naik pesawat lagi.
  2. Pengalaman pribadi yang buruk dan mengharuskan dia naik pesawat bolak balik untuk menyelesaikannya. Misalnya nih, cewek, 17 tahun terpaksa harus di-‘ping-pong’ gara-gara orang tuanya bercerai. Perasaan seperti itu jelas jadi perasaan sedih dan stress. Cewek ini jadi berasa nggak dapat perlindungan dari kedua orang tuanya, apalagi selama dalam perjalanan. Jadilah dia takut sendiri untuk terbang. Sumbernya bukan di ‘terbang’nya tapi di perasaan nggak enaknya.
  3. Pengetahuan yang kurang soal pesawat, maskapai penerbangan dan piranti keselamatan. Sedikit banyak media bisa dipersalahkan soal ini. Pemberitaan kecelakaan pesawat dan maskapai yang bertanggung jawab secara over dosis bikin seseorang bisa kena aviatophobia.

Nah….sisa dari ketakutan itu bisa keluar dalam berbagai macam bentuk, seperti sesak napas, sinusitis, sakit telinga, dan kekurangan oksigen (kalau kamu perokok, akan lebih menderita dibanding non-perokok dalam mendapatkan oksigen.) Bahkan dalam tingkat yang lebih parah lagi, kamu bisa terkena hipoglikemia, alergi, dehidrasi dan gangguan aliran darah. Di tingkat psikologis, seseorang bisa terkena rumination (selalu memikirkan hal yang sama untuk pengalihan perhatian berulang-ulang), menyalahkan diri sendiri, catastrophic (selalu berpikir kejadian buruk yang akan kamu alami secara terus menerus.) Go get mentally fight!! Kasihan banget kan kalau orang yang kamu kenal dan penumpang yang ada di sebelahmu mengalami aviatophobia? Atau justru kamu sendiri yang mengalaminya? Tenang…kamu bisa membantu dengan cara seperti ini…

  • Rumination - “Tenang, ambil napas dalam-dalam. Sekarang ini aman dan penerbangan akan selesai beberapa jam lagi. Setelah itu kita akan bersenang-senang di pantai, belanja souvenir. Eh…apa aja ya titipan orang rumah tadi?”
  • Self-blaming - “Keputusanku naik pesawat udah benar kok. Daripada naik mobil terlalu jauh, naik kapal cuaca nggak baik. Bahkan kalau jalan kaki akan memakan waktu berbulan-bulan. Toh kejadian buruk nggak akan terjadi begitu saja.”
  • Catastrophic – “ Ternyata nggak cuma aku sendiri yang menderita aviatophobia. Dan ternyata phobiaku nggak separah orang lain. Ah…masa tantangan makan serangga aja bisa kulewati, tapi terbang naik pesawat nggak bisa? Semangat! I can do this!!” · Usahakan setelah naik pesawat, tarik napas dalam-dalam dan bangun pikiran positif. Jangan sampai kepanikan menerpamu. · Bilang pada pramugari sebelum pesawat take off kalau kamu punya aviatophobia. Jadi mereka bisa siap membantumu setiap saat. Kalau aviatophobia-mu udah mulai mendera fisikmu, lebih baik segera memanggil pramugari terdekat.

Pelajari piranti penerbangan dan “suara-suara aneh” yang timbul.

  • Kalau pintu kargo ditutup saat kamu boarding, akan timbul goncangan dan suara yang lumayan keras. Jangan khawatir, suara penyesuaian itu sama seperti kalau kamu membuka dan menutup kaleng.
  • Dari bawah atau atas pesawat tiba-tiba muncul asap! Tenang. Itu adalah proses pendinginan untuk AC dalam kabin. Saat udara dingin dan panas bercampur, yang muncul adalah asap.
  • Suara-suara yang muncul saat penerbangan dan take off biasanya muncul karena sistem hidrolis pesawat yang letaknya ada di dekat gear pesawat. Karena semua sistem pesawat bergerak secara otomatis dan elektrik, makanya suara-suara ini sering terdengar.

Lakukan pelampiasan ketegangan ini..

  1. Pegang kuat-kuat sandaran tangan, biarkan lengan kiri dan kananmu mengencang. Tahan sampai 10 detik.
  2. Lepas dan bernafaslah pelan-pelan.
  3. Ulangi gerakan itu sampai dua-tiga kali.
  4. Goyang-goyangkan lengan, pundak, tangan dan putar kepalamu dua sampai tiga kali.
  5. Tutup matamu dan bernafaslah pelan-pelan. Biarkan tubuhmu relaks dan jantungmu berdetak normal.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS